Selasa, 12 Desember 2017

YANG KAYA YANG MENCURI



NAMA                        : SUCI WARDANI
KELAS           : PBS-A

YANG KAYA YANG MENCURI

Mungking sebagian dari kalian bingung dan heran dengan judul diatas, tapi itulah kenyataan yang dihadapi zaman sekarang. Bukan hanya orang yang tak punya yang bisa mencuri, tetapi yang kaya pun ikut-ikutan. Seperti contohnya seorang pejabat yang jelas mereka orang yang mampu, tetapi tega mencuri dan mengambil hak rakyatnya. Mereka seakan terlena dan merasa kurang dengang harta yang ia miliki, sampai hak rakyatnya di ambil untuk kepuasan yang sementara. Dan masih banyak lagi contoh yang serupa dengan hal itu.
Jika orang tak punya yang mencuri, itu bisa dimaklumi. Tetapi jika orang kaya yang mencuri hal itu sangat tidak pantas, mengingat status mereka pejabat. Yang seharusnya tugas mereka membantu dan mensejahterakan rakyatnya tetapi malah menyengsarakan rakyatnya. Akan tetapi terkadang keadilan itu tak semua sama rata. Karena buktinya keadilan tak sepadan dengan hukum yang berlaku. Mereka terkadang diberi hukuman yang ringan dan tidak sesuai perbutan yang ia lakukan. tetapi jika orang tak puya yang mencuri, hukumanya lebih berat walau ia hanya mengambil beberapa kayu dihutan.
Inilah bukti walau zaman sudah canggih, tetapi keadilan tak bisa menjadi jaminan hukuman yang pasti. Karena hal inilah, kejahatan yang merugikan orang banyak semakin bertambah. Mengapa mereka dihormati, jelas jika difikirkan dampak yang mereka lakukan merugikan banyak pihak. Kalau hanya mencuri barang orang lain, mungkin yang dirugikan tak sebanyak dengan perbuatan mereka kepada rakyatnya. Untuk itu para generasi muda saat ini hrus mengambil sisi positif yang bisa kita ambil dari kejadian ini, mengapa demikian ?. karena denagan hal ini kita menjadi termotivasi menjadi seorang yag adil pada semua lapisan  manusia, jangan menjadi pribadi yang berpihak kepada satu orang yang bermodalkan besar, tapi kita harus menjadi generasi muda yang pintar berfikir mana yag salah dan yang benar. Karena hidup ini bukan hanya bermodalkan harta banyak untuk bahagia, kepribadian baik dan jujur itulah yang disegani banyak orang,dan menjadikan kebahagiaan hidup yang sejati.

Calling Allah Dengan Dzikir



NAMA                        : SITTI MUTMAINNA
PRODI                        : PBS
KELAS           : A


Calling Allah Dengan Dzikir
Di tengah- tengah era globalisasi seperti sekarang ini, manusia sudah banyak menikmati kesenangan dunia yang semakin menarik perhatian. Dan dengan adanya pula barang- barang elektronik yang canggih, manusia semakin tergiur dan semakin jauh menyusuri gemerlapnya dunia. Sekarang ini, manusia sudah dengan sangat mudah mencari berbagai informasi yang diinginkan dengan sekali pencet di handphonenya masing-masing. Dan dunia serasa hanya dalam genggaman. Bahkanmereka banyak menghabiskan waktunya hanya untuk main game, chatingan, dan sebagainya.Mereka banyak melakukan hal-hal duniawi saja tanpa disadari bahwa mereka semakin jauh dari Allah SWT. Jika dimisalkan, teman yang lama tidak dihubungi saja akan rindu. Apalagi Allah SWT yang Maha Agung. Lalu masihkan menghabiskan waktu hanya untuk menghubungi ciptaanNya saja?. Mari calling Allah SWT. dengan dzikir.
Dzikir merupakan salah satu amalan untuk selalu mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.di tengah –tengah kesibukan yang dilakukan dalam sehari-sehari. Sebenarnya dzikir itu ibadah yang palingmudah untuk dilakukan  karena hanya menggunakan gerakan lidah yang merupakan gerakan anggota tubuh yang paling ringan dan paling mudah yang dilakukan oleh manusia. Namun, sulit untuk diamalkan oleh kebanyakan orang. Hanya segelintir orang saja yang mengamalkannya. Nah, yang menjadi pertanyaannya adalah kenapa hal itu bisa terjadi? Apakah tidak bisa mengatur waktu dengan baik antara kepentingan dunia dan akhirat?. Dilihat dari penggunaan handphone, manusia menggunakannya seperti tidak bisa hidup tanpa benda tersebut. Bangun tidur yang dilihat pertama kali adalah handphone.Sampai mau tidur pun yang dipegangpun tetap benda tersebut. Apakah Allah SWT. tidak cemburu?. Astaghfirullah, sungguh termasuk orang-orang yang rugi jika ia tidak mengamalkannya. Padahal sungguh luar biasa manfaat dan keistimewaan dzikir jika orang-orang tersebut mengetahuinya.
Dalam surah Al-A’raf ayat 205, Allah SWT telah memerintahkan untuk banyak-banyak berdzikir pada waktu pagi dan petang. Demikian pula setelah shalat fardhu yang sudah disyariatkan. Allah SWT. telah memerintahkan untuk berdzikir agar manusia mendapatkan banyak manfaat dan keutamaannya. Berdzikir dapat menjadikan seseorang selalu mengingat Allah SWT. dan tidak lalai dalam beribadah serta selalu mendapatkan perlindungan Allah SWT. dan dijauhkan dari godaan syaitan yang terkutuk. Orang yang senantiasa berdzikir kepada Allah SWT. hatinya akan menjadi tentram dan dapat membersihkan hati yang sedang berkarat (penyakit hati). Sesuai denganyang diriwayatkan oleh Rasulullah SAW tentang perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah SWT. dengan orang yang tidak berdzikir laksana seperti orang yang hidup dengan orang yang mati. Orang yang senantiasa berdzikir akan menghidupkan hatinya yang terus meraih kebaikan-kebaikan. Sedangkan orang yang tidak berdzikir kepada Allah SWT. hatinya menjadi mati. Hati yang mati tersebut akan selalu resah dan gelisah. Dan akhirnya terjerumus dalam kemaksiatan. Naudzubillah.
Agar manusia tidak jauh dari Allah SWT., biasakanlah untuk selalu menghubungiNya dengan berdzikir. Karena berdzikir dapat mendekatkan diri denganNya. Jangan hanya menghubungi ciptaanNya saja tapi harus lebih rajin menghubungi Penciptanya. Allah SWT. sangat mencintai dan merindukan hamba-hamba yang senantiasa berdzikir kepadaNya. Jadikan berdzikir kepada Allah SWT seperti manusia dengan handphone. Dari mulai bangun tidur sampai mau tidur pun, hal yang dilakukan adalah berdzikir.Insyaallah akan menjadi manusia yang mulia baik dihadapan Allah SWT. maupun umat manusia. Dari berbagai manfaat dan keutamaannya dzikir, lantas apakah masih ingin bermalas-malasan untuk melaksanakannya?. Jadilah manusia yang sedikit-sedikit berdzikir, bukan sedikit berdzikir. Berlomba-lombalah dalam hal ini untuk mendapatkan karuniaNya. Bukan berlomba-lomba untuk mendapatkan pujiannya. Perbanyaklah “Calling”Allah SWT. yang tanpa dipungut biaya apapun. Tidak perlu banyak melakukan hal apapun, hanya dengan menggerakkan kedua bibirnya dan hatinya dan mengagungkan asmaNya hal itu sudah menjadi modal yang cukup. Jadilah seorang muslim yang cerdas dalam segala hal untuk meraih kebaikan-kebaikan yang menjadi bekal akhirat.

Mirisnya Kehidupan Hakiki Dikalangan Remaja



NAMA                : Sifaur Rodiyah
NIM                    : 20170703022194
PRODI/ KELAS   : Perbankan Syariah/ A

Mirisnya Kehidupan Hakiki Dikalangan Remaja
Kehidupan hakiki atau sering disebut dengan hakikat yaitu mencari kebenaran dan meninggalkan kesenangan. Namun, para remaja membalikkan hal tersebut, para remaja lebih menekankan kepada kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan yang hakiki. Para remaja hanya berfikir bagaimana hidup senang didunia yang seluas ini, bagaimana hidup mewah didunia yang sudah canggih ini. Renaja sangat enggan untuk berfikir bagaimana hidup senang diakhirat nanti. Dunia merupakan awal dari sebuah kehidupan yang akan menjalani beberapa station kedepannya. Untuk lulus station satu ke station yang lainnya, remaja harus berfikir bagaimana kehidupan remaja untuk selalu menekankan kehidupan yang hakiki. Tidak hanya berfikir kesenangan saja.
Kaum remaja yang mempunyai pemikiran untuk hidup di kehidupan yang hakiki hanya bisa dihitung dengan jari-jari saja, selain dari itu ramaja lebih senag dengan kehidupan duniawi. Remaja berlomba-lomba untuk dapat menggenggam kesenangan dunia, padahal lebih dari itu genggaman remaja akan terhempas begitu saja termakan oleh kehidupan yang hakiki. Remaja memandang kehidupan hanya dengan sebelah mata, dengan semboyan “Dunia ya sekarang! Akhirat belakangan!”. Bahkan terkadang cara pandang mereka tentang kehidupan seakan-akan hidup untuk selamanya. Remaja menganggap foya-foya didunia itu sudah kebahagiaan yang sebenarnya. Semakin canggih fasilitas didunia ini, keinginan remaja untuk menjalani kehidupan yang hakiki sangatlah miris. Karena kecanggihan juga salah satu pengaruh punahnya semangat remaja untuk mencari dan mencapai kehidupan yang hakiki.
Sampai dikuatkan dengan dalil-dalil remaja tidak pernah ada satu rasa kaget pun untuk berusaha mencari kehidupan hakiki. Dalam sebuah hadist juga sudah dijelaskan bahwa “Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati besok”. Hadist ini pun tidak membuat bangkit para remaja untuk hidup dengan kehidupan yang hakiki. Kehidupan hakiki (mencari kebenaran) semakin hilang pada diri kaum remaja. Remaja lebih mementingkan kesenangan, sehingga sering ada celoteh-celoteh yang kurang enak didengar. Celotehan ini mengajarkan hal-hal yang tidak baik untuk generasi remaja berikutnya. Setiap pergaulan remaja pasti akan ada celotehan yang tidak baik dan seakan-akan menekankan untuk mencari kesenangan dan meninggalkan kebenaran.
Pengaruh kecanggihan dan budaya-budaya barat juga lebih membuat para remaja untuk menekankan kehidupan duniawi saja, dan mengajarkan bahwa hidup itu mencari kesenangan bukan kebenaran. Untuk mendorong remaja kembali mencari kehidupan hakiki dan meninggalkan duniawi sangat sulit, karena kecanggihan dan pergaulan remaja yang semakin mendunia. Bergaulpun remaja tidak melihat benar atau tidaknya, akan tetapi melihat senang atau tidaknya. Menerapkan kehidupan yang hakiki dikehidupan remaja sangat mustahil dilakukan, karena sudut pandangnya saja sudah tidak memandang kehidupan yang hakiki, hanya pandangan dunia yang dikedepankan oleh para remaja. Seandainya saja ada sebuah pergaulan yang menekankan sebuah kebenaran, kemungkinan besar pandangan hidup remaja lebih menekankan pada kehidupan hakiki (kebenaran).
Menjalani kehidupan hakiki tidak semudah seperti menjalani kehidupan duniawi yang hanya merangkak, berjalan dan berlari untuk meraih kesuksesan, kesenangan dan kebahagiaan. Sedangkan kehidupan yang hakiki harus berbolak-balik jatuh bangun untuk meraih sebuah kebenaran. Dari itulah semakin marak pergaulan remaja yang disibukkan dengan kesengan yang semakin surut pula kehidupan remaja yang disibukkan untuk mencari kehidupan yang hakiki (kebenaran).

Pacaran dalam Perspektif Islam



Nama               : SALMA NIAWATI
Nim                 : 20170703022189
Kelas/Smtr      : PBS-A/1

“Pacaran dalam Perspektif Islam”
Dalam islam tidak ada kata atau istilah pacaran, karena di dalam Al-quran dan Hadits, Allah berfirman;
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al-Isra:32)
Banyak orang yang salah menanggapi pernyataan tersebut, orang-orang beranggapan bahwa  melakukan zinanya itu boleh, padahal yang dimaksud dalam surah Al-Isra ayat 32 yaitu mendekatinya saja kita tidak diperbolehkan apalagi melakukannya semakin tidak diperbolehkan.
 Sedangkan haditsnya;
“Dari Ibnu Abbas ra. Ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Saw. berkhutbah, ia bersabda: Jangan sekali-kali seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang perempuan kecuali beserta ada mahramnya, dan janganlah seorang perempuan melakukan musafir kecuali beserta ada mahramnya”. (Muttafaq Alaihi)
Dalam islam memang tidak ada kata pacaran tapi, lebih tepatnya disebut “pacaran islami” apa yag dimaksud dengan pacaran islami? Pacaran islami ialah pacaran yang dilakukan setelah orang tersebut menikah.
Tetapi pada jaman sekarang ini, kenapa masih banyak orang-orang yang berpacaran? padahal sudah jelas-jelas dalam agama islam, tidak diperbolehkan dan hukumnya haram. Itu disebabkan karena kurang/lemahnya keimanan seseorang. Kita dapat mengetahui lemah atau tidak keimanan seseorang dengan cara, apakah sesesorang tersebut selalu ingat kepada Allah Swt., karena orang yang tidak ingat kepada Allah Swt., dalam menjalani kehidupan sehari-harinya tidak akan sesuai dengan Al-quran dan hadits. Al-Qur’an diturunkan ke muka bumi ini sebagai pedoman hidup bagi makhluknya serta, orang yang tidak ingat kepada Allah Swt. tidak akan berfikir dua kali dalam melakukan sebuah tindakan. Sedangkan, orang yang selalu mengingat Allah Swt. di dalam hatinya akan berfikir dua kali, apakah itu bertentangan dengan Al-Qur’an dan hadits atau tidak. Jika bertentangan ia tidak akan melakukannya dan jika tidak bertentangan ia akan melakukannya karena Allah Swt.
Meskipun tidak semua orang yang berpacaran akan melakukan zina, tetapi orang yang berpacaran lebih mudah untuk berzina. Oleh karena itu bagi orang yang tidak pernah pacaran jangan khawatir, takut tidak mempunyai pasangan hidup, karena banyak orang-orang mengatakan kalau tidak pacaran takut tidak menikah atau sering disebut perawan tua. Dalam pikiran kita buanglah rasa takut seperti yang sering orang-orang katakan. Karena Allah Swt. Menciptakan seseorang itu berpasang-pasangan. Pada saat kita berada didalam rahim ibu selama 4 bulan, Allah Swt. meniupkan roh kepada janin dan telah menuliskan/sudah memberi takdir kepada seseorang seperti  jodoh, umur, dan rezeki. Kita tidak tau siapa jodoh kita, kita tidak tau kapan kita akan meninggal, dan Allah Swt. sudah memberi ukuran/takaran rezeki kepada masing-masing hambanya. Oleh karena itu bagi muslim dan muslimah yang tidak pernah berpacaran, berbanggalah kalian atas kemenangan melawan godaan setan atau hawa nafsunya, karena tidak semua orang bisa menahan nafsu mereka. Dan bagi yang telah berpacaran segera renungkan dan pikirkan apa akibat dari berpacaran, apakah ada manfaatnya atau tidak, serta bertaubatlah sebelum terlambat.
Akibat dari orang yang berpacaran yaitu pertama; mengurangi minat belajarnya, pada saat orang tersebut mempunyai masalah dengan pacarnya, pasti orang tersebut akan malas untuk belajar dan juga mengganggu konsentrasi belajarnya serta akan berpengaruh terhadap pendidikannya dan ia akan membuang-buang waktu karena selalu memikirkan si dia,  yang belum tentu akan menjadi jodohnya atau suaminya. kedua; selalu berbohong, dia akan selalu berbohong demi sang pacar bahagia, seperti sudah sholat belum sang pacar mengatakan sudah, kenyataannya belum sholat. Ketiga; hidup boros, karena membelikan ini itu untuk sang pacar. Kalau kita tidak berpacaran, pada saat kita mempunyai uang, lebih baik untuk bersedekah agar bisa membahagiakan orang-orang yang sangat membutuhkan bantuan kita. Keempat; bisa dikatakan tindakan kriminal, misal: bertengkar untuk memperebutkan si cewek yang disukainya. Kelima; melalaikan tugas dan kewajiban kita sebagai anak. Misal: tugas kita untuk bisa membahagiakan orang tua terlalaikan, karena sibuk telponan, smsan, wa, videocall an sama sang pacar membuat kita tidak membantu orang tua seperti sang cewek tidak membantu ibunya memasak, menyapu karena waktunya hanya untuk sang pacar begitu pula cowok tidak membantu bapaknya di sawah yang bapaknya berprofesi sebagai petani dan sebagainya. Itulah beberapa akibat yang akan dirasakan di dunia. Sedangkan akibatnya di akhirat kelak adalah azab yang sangat pedih di neraka.
Orang yang bersyahwat kepada seseorang yang telah menjadi istrinya atau sudah melakukan akad pernikahan, maka ia akan mendapatkan pahala. Sedangkan bagi orang yang melakukan syahwatnya kepada seseorang yang bukan mahramnya, dia bukannya mendapatkan pahala tetapi malah mendapatkan dosa karena telah berzina. Kalau sudah sampek berzina akibatnya akan fatal baik itu bagi dirinya sendiri dan keluarga. Bagi dirinya sendiri yaitu psikologinya terganggu dan fisik. Bagi keluarga yaitu khususnya kedua orang tua merasa malu dan kecewa terhadap perbuatan anaknya, karena kedua orang tuanya sudah mendidik anaknya dengan ajaran-ajaran agama islam, dengan anaknya melakukan hal seperti itu telah membuktikan bahwa yang telah diajarkan oleh kedua orang tuanya itu sia-sia dan mungkin itu karena lingkungan sekitarnya/faktor luar seperti teman sekolah atau karena pergaulan. Bagi yang sudah mampu menikah lahir dan batin segeralah menikah sedangkan bagi yang belum mampu menikah dan tidak bisa menahan hawa nafsunya perbanyaklah berpuasa sunnah. Seperti hadits berikut ini:
“Wahai generasi muda, barang siapa diantara kalian telah mampu serta berkeinginan menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa diantara kalian yang belum mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penghalang untuk melawan gejolak nafsu.” (H.R. Bukhari, Muslim, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi).

Santri Jaman Now



NAMA          : SAHLATUN MUYESSAROH
KELAS         : PBS-A

Santri Jaman Now
Al-Ghazali adalah tokoh sufi yang nama lengkapnya adalah Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Al-Imam Al-Jahl, Abu Ahmid Ath Thusi Al-Ghazali. Beliau lahir di Thusia pada tahun 450-505 H (1058-1111M.). Al-Ghazali berhasil membela kemurnian islam dari dua serangan:
1.      Serangan dari dunia filsafat yang menjadikan ilmu tentang ketuhanan berupa pengetahuan ahli semata-mata yang membingungkan umat islam.
2.      Mengembalikan tasawuf sesuai dengan syariat islam yang sebelumnya telah keterlaluan dan membahayakan amal syariat islam. Perhatian al-ghazali banyak dicurahkan di bidang akhlak sopan santun yang tercakup dalam kitab ihya’ ulumiddin, yang isinya terbagi menjadi 4 jilid:
1)        Bagian ibadah: tentang rahasia beribadah.
2)        Bagian adab: tentang sopan santun.
3)        Bagian kejahatan: tentang penyakit-penyakit dan keburukan dunia serta cara membersihkan hati.
4)        Bagian pujian: tentang syukur dan cinta.
Santri adalah seseorang yang sedang menimba ilmu agama islam dalam kurun waktu tertentu, dengan cara menetap di pondok pesantren. Pengertian santri menurut kamus besar bahasa indonesia adalah orang yang mendalami agama islam. Biasanya di dalam pondok pesantren para santri mengikuti kegiatan-kegiatan yang telah di tentukan oleh yayasan, bahkan kegiatan-kegiatan tersebut menjadi hal yang wajib bagi santri untuk dilaksanakan. Adapun kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan di dalam pondok pesantren yakni sebagai berikut:
a)      mengikuti kegiatan sholat berjema'ah sesuai dengan apa yang telah ditentukan.
b)      Mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) sesuai dengan apa yang telah di tetapkan.
c)      Sarapan dan makan bersama dengan waktu dan ketentuan yang telah di tetapkan.
d)     Berpartisipasi dalam acara yang telah di adakan oleh pondok pesantren.
Pada zaman modern ini banyak sekali santri yang kurang sadar akan perilaku yang telah ia lakukan. Dilihat dari kehidupan sehari-harinya sangatlah berbeda dengan santri zaman dulu. Yang membedakan antara santri zaman dulu dengan santri yang sekarang adalah akhlak yang dimilikinya. Adapun akhlak yang dimiliki oleh santri zaman dulu yakni tawadu’, patuh terhadap gurunya dan lain sebagainya. Sedangkan akhlak yang dimiliki oleh santri yang saat ini yakni sombong, merendahkan orang lain, dan tidak patuh terhadap perintah gurunya.
Inilah santri yang kurang sadar akan apa yang telah ia miliki, selalu membanggakan diri sendiri, merasa dirinya yang selalu benar, menganggap semua hal itu sepele, menunda-nunda waktu, dan sebagainya. Karna itulah kenapa santri zaman sekarang di anggap tak bermoral lagi, karna banyaknya perilaku tecela yang tertanam di dalam dirinya.